Panduan Pengguna
Hotel Attendance

Mercure Bandung City Centre
Sistem absensi, penjadwalan shift, cuti, dan manajemen karyawan.
Versi dokumen 3.0 · 12 Agustus 2026
Cara membaca panduan ini

Dokumen ini dibagi tiga. Bagian 1 menjelaskan hal-hal yang berlaku di seluruh aplikasi — cara masuk, mengenal tampilan, dan siapa boleh apa. Bagian 2 menjelaskan ke-28 menu satu per satu, urut seperti yang tampil di sisi kiri layar. Bagian 3 menyatukannya jadi alur pekerjaan nyata yang melintasi beberapa menu sekaligus.

Tiap judul menu diberi penanda peran yang menunjukkan siapa yang bisa membukanya. Kalau sebuah menu tidak muncul di layar Anda, kemungkinan besar peran Anda memang tidak diberi akses ke sana — lihat bagian 1.4.

Semua nama orang pada gambar di panduan ini adalah nama contoh, bukan data karyawan sungguhan.

Bagian 1 — Penjelasan Umum

1.1 Untuk apa aplikasi ini

Hotel Attendance adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola kehadiran karyawan Mercure Bandung City Centre, mulai dari data absen mentah sampai laporan yang siap dipakai untuk penggajian. Aplikasi ini menangani lima hal pokok:

Yang tidak ditangani aplikasi ini: perhitungan gaji dan komponennya, pengelolaan tamu atau kamar hotel, dan pengelolaan mesin absensi tingkat perangkat keras. Untuk payroll, aplikasi menyediakan berkas export yang tinggal diolah di sistem penggajian.

Satu hotel di atas rancangan banyak hotel

Basis datanya dirancang untuk menampung beberapa hotel sekaligus, tetapi saat ini dioperasikan untuk satu hotel. Karena itu kolom "Hotel" di berbagai form sudah terisi otomatis dan tidak perlu dipilih, dan menu Hotel praktis hanya dipakai sekali saat pemasangan.

1.2 Masuk ke aplikasi

Halaman masuk. Alamat email dan password diberikan oleh HR.
Gambar 1 — Halaman masuk. Alamat email dan password diberikan oleh HR.

Buka alamat aplikasi di browser, lalu masukkan email dan password. Setiap karyawan yang sudah dibuatkan akun oleh HR bisa masuk — bukan hanya level supervisor ke atas.

Kalau tidak bisa masuk

Pesan / gejalaArtinyaYang perlu dilakukan
Email atau password salahKombinasinya tidak cocok Periksa huruf besar/kecil. Kalau lupa, gunakan tautan lupa password atau hubungi HR.
"Akun Anda telah dinonaktifkan"Akun dimatikan di Manajemen User Hubungi HR. Ini yang terjadi pada karyawan yang sudah tidak aktif.
Bisa masuk, tapi menu sangat sedikitPeran Anda memang terbatas Normal. Lihat 1.4; kalau menurut Anda keliru, hubungi HR.
"Akun Anda belum terhubung dengan data karyawan"Akun login belum ditautkan ke baris karyawan Hubungi HR — penautannya dilakukan di menu Manajemen User.

Mengganti password dan email sendiri

Keduanya ada di menu Profil Saya. Ganti password meminta password lama sebagai verifikasi. Ganti email berjalan dua langkah: alamat baru dicatat sebagai menunggu konfirmasi, lalu sistem mengirim tautan ke alamat baru itu — email login baru benar-benar berlaku setelah tautannya diklik. Selama belum diklik, Anda tetap masuk dengan email lama.

1.3 Mengenal tampilan

Susunan layar: menu di kiri, bilah atas, isi halaman di tengah. Menu selengkap ini hanya terlihat oleh Administrator.
Gambar 2 — Susunan layar: menu di kiri, bilah atas, isi halaman di tengah. Menu selengkap ini hanya terlihat oleh Administrator.

Semua halaman memakai susunan yang sama:

Istilah menu dua bahasa

Sepanjang panduan ini nama menu ditulis dua bahasa pada judulnya, misalnya Jadwal Shift (Shift Schedules). Gunanya supaya panduan ini tetap bisa dipakai ketika seseorang mengaktifkan tampilan bahasa Inggris lewat tombol EN.

1.4 Peran dan hak akses

Ini bagian yang paling sering menimbulkan salah paham, jadi perlu dibaca pelan. Ada tiga hal berbeda yang sama-sama mempengaruhi apa yang bisa Anda lakukan:

a. Peran (role) — menentukan menu apa yang muncul

PeranCakupan
Administrator Akses penuh ke seluruh aplikasi, termasuk Manajemen User dan Kelola Role & Akses. Peran ini yang boleh mengubah hak akses peran lain.
HR Akses penuh ke seluruh data karyawan dan seluruh modul operasional di semua departemen.
HR Administration Sama luasnya dengan HR untuk urusan sehari-hari; dipisahkan supaya kewenangan administratif bisa diberikan tanpa menyerahkan seluruh hak HR.
Kepala Departemen Terbatas pada departemennya sendiri: jadwal, persetujuan cuti/izin dan tukar shift, rekap absensi tim, dan Extra Off.
Karyawan Urusan diri sendiri: profil, histori absensi, absen mobile, pengajuan cuti/izin dan tukar shift, serta melihat jadwalnya.

Isi tabel ini adalah bawaan, bukan aturan mati. Administrator dapat menambah atau mencabut akses tiap peran lewat menu Kelola Role & Akses.

b. Punya bawahan — memunculkan menu Atasan

Terlepas dari perannya, siapa pun yang tercatat sebagai atasan seseorang di Struktur Organisasi otomatis mendapat menu Daftar Bawahan dan Rekap Absensi Bawahan, dan bisa menyetujui pengajuan bawahannya. Jadi seorang Supervisor berperan "Karyawan" tetap bisa mengurus timnya.

c. Admin Departemen — memperluas cakupan ke satu departemen penuh

Ini penanda, bukan peran. Karyawan yang dicentang sebagai Admin Departemen boleh menjadwalkan dan menginput pengajuan untuk seluruh karyawan di departemennya, bukan hanya bawahan langsungnya. Berguna untuk sekretaris departemen atau asisten kepala departemen yang mengurus administrasi tim.

Bedanya Atasan dan Admin Departemen

Atasan berwenang atas orang-orang yang secara langsung berada di bawahnya. Admin Departemen berwenang atas seluruh isi departemennya, termasuk orang yang bukan bawahannya. Keduanya bisa melekat pada orang yang sama, dan keduanya tidak mengubah peran login orang tersebut.

1.5 Istilah penting

IstilahArtinya
FOH / BOH Front of House dan Back of House. Karyawan bertanda BOH bekerja pada jadwal kantor tetap Senin–Jumat (lihat Pengaturan Jadwal BOH) dan tidak masuk rotasi shift.
Shift Pola jam kerja bernama, misalnya Pagi, Siang, Malam, Middle — lengkap dengan jam mulai dan selesainya. Dikelola di menu Shift.
Draft jadwal Jadwal yang sudah disusun tapi belum berlaku, menunggu persetujuan. Selama masih draft, karyawan belum melihatnya sebagai jadwal resmi.
Tanpa Jadwal Penanda pada absensi seseorang yang hadir di hari yang tidak ada jadwalnya. Absennya tetap tercatat, tapi ditandai supaya bisa ditelusuri.
Day Off / Peak Hour / Middle Tiga jenis sel di grid Jadwal Shift: hari libur, hari padat yang butuh tambahan staf, dan shift dengan jam khusus di luar pola baku.
Extra Off Hari libur pengganti untuk karyawan BOH yang masuk di hari liburnya. Terkumpul sebagai saldo, lalu ditukar lewat pengajuan Cuti/Izin.
PIN mesin Nomor pengenal karyawan di mesin absensi. Berbeda dari NIK. Tanpa PIN yang cocok, tap di mesin tidak bisa dikenali sebagai orang tersebut.
ADMS Protokol yang dipakai mesin absensi untuk mengirim data ke server. Ini yang membuat tap di mesin muncul di aplikasi tanpa perlu ditarik manual.

1.6 Dua cara absen

Mesin sidik jari / kartuAbsen Mobile
Dipakai untukKehadiran sehari-hari di lokasi hotel Tugas di luar kantor, atau keadaan khusus
Siapa yang bisaSemua karyawan yang PIN dan sidik jarinya sudah terdaftar Hanya yang diberi izin — izin tetap atau izin untuk hari tertentu
BuktiSidik jari, wajah, atau kartu Foto wajib + koordinat GPS
Masuk ke sistemOtomatis, beberapa detik setelah tap Langsung saat tombol Check In/Out ditekan
Absen Mobile tidak terbuka untuk semua orang

Menu Absen Mobile hanya bisa dibuka karyawan yang sudah diberi izin oleh HR atau Kepala Departemen lewat menu Izin Absen Mobile. Tanpa izin, halamannya menolak dibuka. Ini disengaja: absen mandiri lewat HP tanpa kendali membuat kehadiran sulit dipertanggungjawabkan.

Bagian 2 — Penjelasan Tiap Menu

Bagian ini membahas ke-28 menu satu per satu, urut persis seperti susunannya di menu samping. Formatnya seragam: nama menu dua bahasa, penanda siapa yang bisa mengaksesnya, gunanya, gambar layar, lalu penjelasan tiap bagian layarnya.

PenandaArtinya
SEMUASemua peran, termasuk Karyawan
ATASANSiapa pun yang punya bawahan, Kepala Departemen, dan Admin Departemen
HRHR, HR Administration, dan Administrator
ADMINAdministrator saja

Penanda di atas adalah bawaan sistem. Administrator bisa menggesernya lewat Kelola Role & Akses, jadi kalau di tempat Anda ada perbedaan, itu bukan kesalahan panduan — melainkan pengaturan yang memang sudah diubah.

2.1 Dashboard SEMUA

Halaman pertama setelah masuk. Isinya ringkasan kinerja kehadiran Anda sendiri untuk bulan berjalan — bukan ringkasan seluruh hotel.

Dashboard: statistik kehadiran pribadi bulan berjalan.
Gambar 3 — Dashboard: statistik kehadiran pribadi bulan berjalan.
AngkaArtinya
Hari MasukJumlah hari Anda tercatat hadir bulan ini
Persentase KehadiranHari masuk dibagi jumlah hari kerja Anda bulan ini
TerlambatBerapa kali jam masuk Anda melewati jadwal
Pulang AwalBerapa kali Anda check-out sebelum jadwal selesai
Cuti/IzinJumlah hari cuti, izin, atau sakit yang disetujui
Tanpa JadwalHari Anda hadir padahal tidak ada jadwalnya

Karyawan yang baru bergabung di tengah bulan tidak dirugikan: hari kerjanya dihitung mulai dari tanggal bergabung, bukan dari tanggal 1. Jadi persentase kehadirannya tetap wajar di bulan pertama.

2.2 Profil Saya SEMUA (My Profile)

Data diri Anda, dan pintu untuk mengganti password serta email.

Profil Saya: data pribadi, jabatan, departemen, atasan, dan saldo cuti.
Gambar 4 — Profil Saya: data pribadi, jabatan, departemen, atasan, dan saldo cuti.

Isinya:

Karyawan hanya bisa melihat data kepegawaiannya. Yang boleh mengubah adalah HR/Administrator lewat menu Karyawan. Kepala departemen dan atasan langsung juga bisa membuka profil anggota timnya — lewat tombol Profil di berbagai daftar.

2.3 Histori Absensi Saya SEMUA (My Attendance History)

Riwayat absensi Anda sendiri, bisa disaring per rentang tanggal.

Histori Absensi Saya: daftar per tanggal beserta status dan sumbernya.
Gambar 5 — Histori Absensi Saya: daftar per tanggal beserta status dan sumbernya.
KolomArtinya
TanggalHari absensinya
Check In / Check OutJam masuk dan pulang yang tercatat. Kosong berarti belum/tidak tercatat.
StatusTepat waktu, Terlambat, Pulang awal, atau Tanpa Jadwal
SumberDari mesin absensi atau dari Absen Mobile

Kalau ada absen yang menurut Anda salah atau tidak muncul, jangan menunggu sampai akhir bulan. Laporkan ke atasan atau HR selagi kejadiannya masih bisa ditelusuri di Log Mesin Absensi.

2.4 Daftar Bawahan ATASAN (My Subordinates)

Daftar orang yang berada di bawah Anda menurut Struktur Organisasi. Menu ini muncul otomatis begitu ada orang yang atasannya adalah Anda — tidak perlu peran khusus.

Daftar Bawahan, dikelompokkan per atasan langsung.
Gambar 6 — Daftar Bawahan, dikelompokkan per atasan langsung.

Daftarnya dikelompokkan per atasan langsung, jadi kalau bawahan Anda sendiri punya bawahan, strukturnya tetap terbaca. Tombol Profil membuka data lengkap orang tersebut.

2.5 Rekap Absensi Bawahan ATASAN (Subordinates Attendance Recap)

Ringkasan kehadiran seluruh anggota tim Anda dalam satu layar, dengan penyaring rentang tanggal.

Rekap Absensi Bawahan: kartu ringkasan per orang.
Gambar 7 — Rekap Absensi Bawahan: kartu ringkasan per orang.

Untuk tiap orang ditampilkan jumlah hari masuk, keterlambatan, pulang awal, cuti/izin, dan hari tanpa jadwal. Inilah tempat yang paling cepat untuk menjawab "siapa yang paling sering telat bulan ini" tanpa membuka laporan besar.

2.6 Hotel ADMIN (Hotels)

Identitas hotel: nama, alamat, dan keterangan lain. Karena aplikasi ini dioperasikan untuk satu hotel, menu ini praktis hanya disentuh sekali saat pemasangan.

Menu Hotel. Pada operasi satu hotel, isinya cukup satu baris.
Gambar 8 — Menu Hotel. Pada operasi satu hotel, isinya cukup satu baris.

2.7 Departemen HR (Departments)

Daftar departemen beserta kepala departemennya.

Departemen beserta kepala departemen masing-masing.
Gambar 9 — Departemen beserta kepala departemen masing-masing.
Satu departemen boleh punya lebih dari satu kepala

Kolom kepala departemen bisa diisi beberapa orang sekaligus. Ini bukan pengecualian melainkan hal yang biasa — misalnya satu departemen dipimpin bersama, atau ada masa transisi pergantian pimpinan. Semua yang tercantum punya kewenangan yang sama: menyetujui jadwal, cuti, dan tukar shift di departemen itu, dan semuanya menerima notifikasi yang sama.

Departemen yang tidak punya kepala membuat pengajuan dari anggotanya tidak punya tujuan persetujuan yang jelas. Pastikan kolom ini selalu terisi.

2.8 Jabatan HR (Positions)

Daftar nama jabatan yang bisa dipilih saat mengisi data karyawan.

Daftar Jabatan.
Gambar 10 — Daftar Jabatan.

Jabatan di sini murni label — tidak menentukan hak akses apa pun. Yang menentukan kewenangan adalah peran, struktur atasan–bawahan, dan penanda Admin Departemen.

2.9 Karyawan HR (Employees)

Data induk karyawan. Ini menu paling sering dipakai HR, dan hampir semua fitur lain bergantung pada isinya.

Data Karyawan: penyaring departemen, penyaring BOH, pencarian NIK/nama.
Gambar 11 — Data Karyawan: penyaring departemen, penyaring BOH, pencarian NIK/nama.

Penyaring dan pencarian

Isi form karyawan

KolomKeterangan
NIK (NIP)Nomor induk karyawan. Berbeda dari PIN mesin absensi.
NamaNama yang tampil di seluruh aplikasi dan dikirim ke mesin absensi.
Departemen & JabatanMenentukan pengelompokan di jadwal dan laporan.
AtasanMenentukan siapa yang menyetujui pengajuan orang ini.
Level organisasiDirektur / Manager / Supervisor / Staf.
Tanggal bergabungDipakai untuk menghitung hari kerja di bulan pertama.
Sisa cuti tahunanSaldo awal; selanjutnya berkurang otomatis oleh pengajuan yang disetujui.
Karyawan BOHJadwalnya tetap Senin–Jumat, tidak masuk rotasi shift.
Admin DepartemenBoleh input pengajuan dan menjadwalkan untuk seluruh karyawan di departemennya.

Mengisi data karyawan di sini belum membuat orangnya bisa absen di mesin, dan belum membuatkan akun login. Keduanya langkah terpisah — lihat alur lengkapnya di 3.1.

2.10 Struktur Organisasi HR (Organizational Structure)

Bagan atasan–bawahan seluruh hotel, dalam bentuk pohon yang bisa dibuka-tutup.

Bagan Struktur Organisasi.
Gambar 12 — Bagan Struktur Organisasi.

Halaman ini bukan sekadar gambar. Struktur di sinilah yang menentukan siapa menyetujui apa: pengajuan cuti seorang karyawan mengalir ke atasannya menurut bagan ini, dan menu Atasan muncul di layar seseorang karena bagan ini.

Bagan terbuka satu tingkat secara bawaan agar tidak sesak. Klik sebuah simpul untuk membuka tingkat di bawahnya.

2.11 Mesin Absensi HR (Attendance Devices)

Daftar mesin sidik jari/kartu yang terhubung ke aplikasi.

Daftar Mesin Absensi beserta status koneksinya.
Gambar 13 — Daftar Mesin Absensi beserta status koneksinya.

Tiap mesin dikenali dari Serial Number (SN) — tercetak pada stiker di badan mesin. SN inilah yang dipakai mesin untuk memperkenalkan diri ke server; kalau salah, seluruh data dari mesin itu akan ditolak.

2.12 Pengaturan Mesin & PIN Karyawan HR (Employee Device & PIN Settings)

Menghubungkan tiap karyawan ke mesin absensi dan nomor PIN-nya. Ini jembatan antara data karyawan dan mesin fisik.

Pengaturan Mesin & PIN Karyawan: NIK, nama, departemen, mesin, dan PIN.
Gambar 14 — Pengaturan Mesin & PIN Karyawan: NIK, nama, departemen, mesin, dan PIN.
Kolom / tombolFungsi
Mesin AbsensiMesin tempat karyawan ini terdaftar
PINNomor pengenalnya di mesin. Harus unik per mesin.
EditMengubah mesin dan PIN, sekaligus pintu ke tombol Cek User dan Kirim User
Putus TautanMelepas kaitan karyawan dari mesin. Datanya di mesin tidak ikut terhapus.
Sinkronkan SemuaMengirim ulang seluruh karyawan ke sistem mesin sekaligus
Cek User dan Kirim User

Di dalam form Edit ada dua tombol yang sangat berguna saat menelusuri masalah:

  • Cek User — bertanya ke mesin "apakah PIN ini benar-benar ada di kamu?" lalu menampilkan apa yang mesin jawab. Jawabannya tidak muncul seketika: mesin baru menjawab pada polling berikutnya, sekitar sepuluh detik.
  • Kirim User — mengirim ulang PIN dan nama karyawan ini ke mesin.

Kalau Cek User menjawab bahwa PIN-nya tidak ada, itu penjelasan pasti kenapa tap orang tersebut tidak pernah masuk.

2.13 Shift HR (Shifts)

Daftar pola jam kerja: nama shift beserta jam mulai dan jam selesainya.

Data Shift beserta jamnya.
Gambar 15 — Data Shift beserta jamnya.

Shift yang didaftarkan di sini akan muncul sebagai pilihan di grid Jadwal Shift. Jamnya juga yang dipakai untuk menentukan seseorang terlambat atau pulang awal.

Shift yang sedang dipakai di jadwal tidak bisa dihapus. Sistem menolak dengan pesan yang jelas, bukan menghapus diam-diam dan merusak jadwal yang sudah berjalan.

2.14 Pengaturan Jadwal BOH HR (BOH Schedule Settings)

Jam kerja baku untuk karyawan bertanda BOH — mereka yang bekerja Senin–Jumat dan tidak masuk rotasi shift.

Pengaturan Jadwal BOH: jam masuk dan pulang baku.
Gambar 16 — Pengaturan Jadwal BOH: jam masuk dan pulang baku.

Karena jamnya diatur sekali di sini, karyawan BOH tidak perlu dijadwalkan tiap minggu di grid Jadwal Shift — sistem sudah tahu jam kerja mereka.

2.15 Jadwal Shift ATASAN (Shift Schedules)

Halaman terpadat di aplikasi, dan yang paling sering dipakai kepala departemen. Di sinilah jadwal disusun, diajukan, dan disetujui.

Jadwal Shift: panel persetujuan di atas, lalu peringatan sel kosong, penyaring tanggal, keterangan warna, dan grid per departemen.
Gambar 17 — Jadwal Shift: panel persetujuan di atas, lalu peringatan sel kosong, penyaring tanggal, keterangan warna, dan grid per departemen.

Bagian-bagian layarnya, dari atas ke bawah

  1. Draft Jadwal Menunggu Persetujuan — pengajuan yang belum diputuskan, dikelompokkan per pengajuan (bukan per orang), lengkap dengan siapa yang mengajukan, berapa karyawan, dan rentang tanggalnya. Tombol Setujui Jadwal dan Tolak Jadwal berlaku untuk satu pengajuan utuh.
  2. Peringatan sel belum diatur — memberi tahu berapa sel jadwal yang masih kosong dan siapa saja orangnya. Ini penjaga supaya tidak ada orang yang tanpa sengaja tertinggal tidak dijadwalkan.
  3. Rentang tanggal — menentukan minggu yang sedang disusun.
  4. Keterangan warna — Peak Hour, Middle (custom), Draft (menunggu HOD), Belum diajukan, dan Hari Libur (Day Off).
  5. Grid per departemen — satu blok per departemen, dengan nama kepala departemennya. Tiap baris satu karyawan; tiap kolom satu tanggal.
  6. Kolom Rekap — jumlah hari kerja dan total jam per karyawan pada rentang itu.
Bagian bawah halaman: panel rekap jadwal.
Gambar 18 — Bagian bawah halaman: panel rekap jadwal.

Dua baris pada tiap sel

Tiap sel punya dropdown di atas dan teks di bawahnya. Dropdown adalah pilihan yang sedang Anda buat; teks di bawahnya adalah jadwal yang berlaku sekarang. Kalau keduanya berbeda, berarti ada perubahan yang belum diajukan.

Mengubah dropdown belum berarti jadwalnya berubah

Perubahan di grid ditahan dulu. Jadwalnya baru masuk antrean persetujuan setelah Anda menekan tombol Ajukan Jadwal, dan baru berlaku setelah disetujui. Ini disengaja: menyusun jadwal satu minggu butuh banyak klik, dan tidak semestinya tiap klik langsung mengubah jadwal orang.

Tombol lain

Sistem juga memperingatkan kalau sebuah shift yang dipilih namanya mengandung kata yang berarti libur — supaya "Day Off" tidak tanpa sengaja tercatat sebagai hari kerja.

2.16 Absen Mobile SEMUAberizin (Mobile Attendance)

Check-in dan check-out mandiri lewat HP, dengan foto dan lokasi.

Absen Mobile pada layar HP: status hari ini, foto wajib, tombol lokasi GPS, dan tombol Check In.
Gambar 19 — Absen Mobile pada layar HP: status hari ini, foto wajib, tombol lokasi GPS, dan tombol Check In.
  1. Bagian atas menampilkan tanggal, jam, dan status absen Anda hari ini.
  2. Foto (wajib) — ambil foto. Tanpa foto, tombolnya tidak akan memproses.
  3. Ambil Lokasi GPS — izinkan browser membaca lokasi. Koordinatnya wajib.
  4. Check In (atau Check Out kalau sudah masuk) untuk menyimpan.
Dua hal yang membuat tombolnya menolak

Pertama, izin. Halaman ini hanya terbuka untuk karyawan yang punya izin absen mobile — izin tetap, atau izin untuk hari itu. Tanpa izin, yang muncul adalah pesan penolakan, bukan formulirnya.

Kedua, GPS. Koordinat wajib ada. Kalau browser menolak memberi lokasi (biasanya karena izin lokasi diblokir di pengaturan HP), absennya tidak bisa disimpan meski fotonya sudah ada.

2.17 Izin Absen Mobile ATASAN (Mobile Attendance Permits)

Tempat HR dan kepala departemen memberi izin absen mobile.

Izin Absen Mobile: daftar izin yang berlaku.
Gambar 20 — Izin Absen Mobile: daftar izin yang berlaku.

Ada dua bentuk izin:

Seseorang tidak bisa memberi izin untuk dirinya sendiri. Penjagaan ini ada di sisi server, bukan sekadar tombolnya disembunyikan — supaya izin absen mandiri selalu merupakan keputusan orang lain.

2.18 Tukar Shift SEMUA (Shift Swap)

Pengajuan tukar jadwal antar rekan kerja.

Tukar Shift: pengajuan saya dan yang menunggu persetujuan.
Gambar 21 — Tukar Shift: pengajuan saya dan yang menunggu persetujuan.

Pengaju memilih tanggal dan shiftnya sendiri, lalu rekan pengganti beserta tanggal dan shift yang ditukar. Setelah disetujui, jadwal kedua orang benar-benar bertukar — bukan sekadar dicatat sebagai kesepakatan.

2.19 Hari Libur HR (Holidays)

Kalender hari libur nasional dan cuti bersama.

Daftar Hari Libur.
Gambar 22 — Daftar Hari Libur.

Tanggal yang terdaftar di sini dikenali sistem sebagai hari libur, dan itulah dasar perhitungan Extra Off untuk karyawan BOH yang tetap masuk.

2.20 Kebijakan Cuti HR (Leave Policies)

Aturan cuti: jenis-jenisnya dan jatah harinya.

Kebijakan Cuti.
Gambar 23 — Kebijakan Cuti.

Kebijakan di sini yang menentukan jatah cuti tahunan dan bagaimana tiap jenis pengajuan diperlakukan terhadap saldo.

2.21 Cuti / Izin SEMUA (Leave / Permit)

Pengajuan cuti, izin, sakit, dan penukaran Extra Off — sekaligus tempat atasan menyetujuinya.

Cuti / Izin: tab Pengajuan Saya dan Menunggu Persetujuan.
Gambar 24 — Cuti / Izin: tab Pengajuan Saya dan Menunggu Persetujuan.

Dua tab

Empat jenis pengajuan

JenisKeterangan
IzinKetidakhadiran singkat dengan alasan. Lampiran opsional.
Cuti TahunanMengurangi sisa cuti tahunan setelah disetujui.
SakitLampiran wajib — surat keterangan dokter.
Extra OffMenukar saldo Extra Off jadi hari libur. Saldonya tampil di form.

Status pengajuan ada tiga: Menunggu, Disetujui, dan Ditolak. Penolakan wajib disertai alasan, dan alasannya terlihat oleh pengaju — supaya penolakan tidak berakhir sebagai tanda tanya.

2.22 Extra Off ATASAN (Extra Off)

Mengelola hari libur pengganti untuk karyawan BOH yang masuk di hari liburnya.

Extra Off: panel otorisasi, saldo per karyawan, dan daftar catatan.
Gambar 25 — Extra Off: panel otorisasi, saldo per karyawan, dan daftar catatan.

Tiga panel

  1. Otorisasi Kerja di Hari Libur — dicatat sebelum harinya tiba: rencana seorang karyawan BOH masuk di hari libur. Statusnya Menunggu selama tanggalnya belum tiba atau belum ada bukti absensi, dan berubah jadi Kadaluarsa kalau tanggalnya lewat tanpa orangnya tercatat masuk.
  2. Saldo per Karyawan — berapa hari Extra Off yang dimiliki tiap orang.
  3. Daftar catatan — riwayat Extra Off, dengan kolom Sumber yang membedakan asal-usulnya.
SumberArtinya
OtorisasiBerasal dari otorisasi yang dibuat sebelum harinya, lalu terbukti oleh absensi
TerdeteksiDitemukan sistem dari data absensi di hari libur, tanpa otorisasi sebelumnya
ManualDiinput langsung oleh HR atau kepala departemen

Alur yang paling rapi adalah otorisasi lebih dulu: rencananya tercatat sebelum kejadian, lalu absensi yang membuktikannya. Jalur "Terdeteksi" tetap ada sebagai jaring pengaman untuk hal yang terlanjur terjadi tanpa otorisasi.

2.23 Laporan Absensi HR (Attendance Report)

Rekap kehadiran per karyawan untuk rentang tanggal tertentu, plus export payroll.

Laporan Rekap Absensi: penyaring, ringkasan performa, tombol export, dan rekap per karyawan.
Gambar 26 — Laporan Rekap Absensi: penyaring, ringkasan performa, tombol export, dan rekap per karyawan.

Ringkasan performa

Lima angka untuk seluruh rentang dan departemen yang dipilih: rata-rata kehadiran, total keterlambatan, total pulang lebih awal, total cuti/izin, dan total tanpa jadwal.

Rekap per karyawan

Satu baris per orang: NIP, nama, departemen, hari masuk, total hari, persentase kehadiran, terlambat, pulang awal, tanpa jadwal, dan cuti.

Export Payroll (XLSX)

Mengunduh rekap dalam format spreadsheet, mengikuti penyaring yang sedang aktif. Inilah berkas yang diserahkan ke penggajian.

Periksa rentang tanggal dan departemennya sebelum menekan Export. Berkasnya mengikuti penyaring yang sedang tampil di layar, bukan otomatis satu bulan penuh.

2.24 Absensi vs Jadwal Shift HR (Attendance vs Shift Schedule)

Laporan yang membandingkan jadwal seharusnya dengan absen sebenarnya, hari per hari.

Absensi vs Jadwal Shift: ringkasan, dua diagram status, penyaring, dan rincian per hari.
Gambar 27 — Absensi vs Jadwal Shift: ringkasan, dua diagram status, penyaring, dan rincian per hari.

Bagian atas berisi empat angka ringkas — total absensi, terlambat masuk, pulang awal, dan rata-rata jam kerja — lalu dua diagram lingkaran:

Di bawahnya, Rincian Absensi per hari: tanggal, karyawan, jadwal, jam masuk, jam pulang, dan jam kerja riil.

Laporan ini bawaannya menampilkan hari ini saja. Untuk melihat satu bulan, ubah dulu Dari Tanggal dan Sampai Tanggal — kalau tidak, tabelnya akan terlihat kosong padahal datanya ada.

Angka Tanpa Jadwal yang besar biasanya bukan berarti banyak orang absen sembarangan, melainkan pertanda jadwalnya yang belum disusun atau belum disetujui untuk periode itu.

2.25 Log Mesin Absensi HR (Device Punch Log)

Catatan mentah setiap tap yang dikirim mesin: PIN, waktu, dan mesin asalnya — apa adanya, sebelum diolah menjadi absensi.

Log Mesin Absensi: data mentah dari mesin.
Gambar 28 — Log Mesin Absensi: data mentah dari mesin.

Halaman ini adalah alat pemeriksa kebenaran. Kalau seorang karyawan bilang sudah tap tapi absensinya tidak muncul, di sinilah jawabannya:

2.26 Supervisor & Admin Departemen HR (Department Supervisors & Admins)

Satu layar untuk melihat siapa memegang kewenangan apa di tiap departemen.

Supervisor & Admin Departemen, dikelompokkan per departemen dengan nama kepalanya.
Gambar 29 — Supervisor & Admin Departemen, dikelompokkan per departemen dengan nama kepalanya.

Tiap departemen ditampilkan sebagai blok, dengan nama kepala departemennya di kanan atas, lalu daftar orang beserta statusnya — Supervisor atau Admin Departemen. Tersedia penyaring departemen, penyaring status, dan pencarian.

Gunakan halaman ini untuk pemeriksaan berkala: memastikan tidak ada departemen tanpa kepala, dan tidak ada orang yang masih memegang kewenangan padahal sudah pindah tugas.

2.27 Manajemen User ADMIN (User Management)

Mengelola akun login — berbeda dari data karyawan. Data karyawan adalah orangnya; akun adalah caranya masuk ke aplikasi.

Manajemen User: akun, peran, dan status aktif.
Gambar 30 — Manajemen User: akun, peran, dan status aktif.

Di sini akun dibuat, ditautkan ke baris karyawan, diberi peran, dan diaktifkan atau dinonaktifkan.

Untuk karyawan yang berhenti, nonaktifkan akunnya — jangan menghapus data karyawannya. Menonaktifkan langsung memutus akses masuk, sementara riwayat absensi dan cutinya tetap utuh untuk keperluan laporan dan audit.

2.28 Kelola Role & Akses ADMIN (Role & Access Management)

Menentukan menu apa saja yang boleh diakses tiap peran.

Kelola Role & Akses: centang izin per peran.
Gambar 31 — Kelola Role & Akses: centang izin per peran.

Tiap peran punya daftar izin yang bisa dicentang. Mencabut sebuah izin membuat menunya hilang dari layar semua pemegang peran itu, dan alamat halamannya pun ditolak — bukan sekadar disembunyikan.

Ada juga penanda akses penuh pada peran. Peran dengan penanda ini melihat data seluruh hotel tanpa dibatasi departemen. Inilah yang membedakan HR dari Kepala Departemen, dan penandanya bisa diberikan ke peran baru tanpa mengubah kode aplikasi.

Berhati-hatilah di halaman ini

Mencabut izin di sini berlaku seketika untuk semua orang berperan tersebut. Yang paling berbahaya adalah mencabut admin-roles dari peran Administrator — setelahnya tidak ada seorang pun yang bisa membuka halaman ini untuk mengembalikannya.

Bagian 3 — Penjelasan per Alur Fungsi

Bagian 2 menjelaskan tiap menu berdiri sendiri. Bagian ini menyatukannya jadi pekerjaan nyata yang melintasi beberapa menu sekaligus. Tiap langkah menyebutkan siapa yang mengerjakan, di menu mana, dan apa yang terjadi sesudahnya.

3.1 Karyawan baru sampai bisa absen

Alur yang paling sering ditanyakan, dan yang paling sering menyisakan langkah tertinggal. Menginput data karyawan saja tidak cukup — ada lima langkah, dan tiga di antaranya di menu yang berbeda.

1. DataInput karyawanHR · menu Karyawan
2. AkunBuat akun loginAdmin · Manajemen User
3. PINTautkan mesin & PINHR · Pengaturan Mesin & PIN
4. KirimKirim User ke mesinHR · tombol Kirim User
5. RekamRekam sidik jariKaryawan · di mesin fisik
  1. Input data karyawan di menu Karyawan: NIK, nama, departemen, jabatan, atasan, level organisasi, tanggal bergabung, dan saldo cuti awal. Centang BOH kalau orangnya bekerja Senin–Jumat, dan Admin Departemen kalau dia akan mengurus administrasi departemennya.
  2. Buat akun login di Manajemen User, tautkan ke baris karyawan tadi, lalu pilih perannya. Tanpa langkah ini orangnya ada di sistem tapi tidak bisa masuk.
  3. Tautkan ke mesin dan beri PIN di Pengaturan Mesin & PIN Karyawan. PIN harus unik di mesin itu.
  4. Kirim User dari form Edit di menu yang sama, supaya mesin mengenal PIN dan nama orang tersebut. Beberapa detik kemudian gunakan Cek User untuk memastikan mesin benar-benar sudah memilikinya.
  5. Rekam sidik jari di mesin fisik. Ini satu-satunya langkah yang tidak bisa dilakukan dari aplikasi — orangnya harus berdiri di depan mesin.
Kalau langkah 4 dilewati

Mesin tidak mengenal PIN itu, sehingga sidik jari tidak bisa didaftarkan ke PIN tersebut. Gejalanya khas: orangnya sudah ada di aplikasi, tapi di mesin namanya tidak ketemu. Tekan Kirim User, tunggu sebentar, lalu ulangi perekaman.

3.2 Absensi harian

Yang terjadi sejak seseorang menempelkan jari sampai angkanya muncul di laporan.

1. TapSidik jari di mesinKaryawan
2. KirimMesin mengirim ke serverotomatis, ±10 detik
3. LogTercatat mentahLog Mesin Absensi
4. OlahDicocokkan ke jadwalotomatis
5. TampilMuncul di histori & laporansemua orang

Pada langkah 4 sistem mencocokkan tap tadi dengan jadwal orang itu, lalu menentukan statusnya: tepat waktu, terlambat, pulang awal, atau Tanpa Jadwal kalau ternyata hari itu memang tidak ada jadwalnya.

Jalur alternatifnya adalah Absen Mobile, yang melompati langkah 1–3: foto dan koordinat langsung tersimpan sebagai absensi begitu tombol ditekan.

Kalau absen seseorang tidak muncul

  1. Buka Log Mesin Absensi, cari tanggal dan PIN-nya.
  2. Ada di log → mesin baik-baik saja. Periksa apakah PIN itu benar tertaut ke karyawan yang tepat di Pengaturan Mesin & PIN.
  3. Tidak ada di log → tap-nya tidak pernah sampai. Gunakan Cek User untuk memastikan PIN-nya ada di mesin, dan periksa apakah mesinnya terhubung di Mesin Absensi.

3.3 Penjadwalan shift

Jadwal tidak langsung berlaku begitu diketik. Ada dua penghalang yang disengaja: tombol Ajukan, lalu persetujuan.

1. SusunIsi grid per hariAtasan/Admin Dept · Jadwal Shift
2. AjukanTekan Ajukan Jadwalorang yang sama
3. TinjauMuncul di panel persetujuanKepala Departemen
4. PutuskanSetujui atau TolakKepala Departemen
5. BerlakuJadwal jadi resmiterlihat semua
  1. Pilih rentang tanggal, lalu isi tiap sel lewat dropdown. Baris kedua tiap sel menunjukkan jadwal yang berlaku sekarang, jadi Anda selalu tahu apa yang sedang diubah.
  2. Perhatikan peringatan sel belum diatur. Selama masih ada sel kosong, ada orang yang belum punya jadwal dan absennya nanti akan bertanda Tanpa Jadwal.
  3. Tekan Ajukan Jadwal. Seluruh perubahan dikirim sebagai satu pengajuan.
  4. Kepala departemen membukanya di panel Draft Jadwal Menunggu Persetujuan, melihat isinya dalam bentuk grid, lalu menekan Setujui Jadwal atau Tolak Jadwal untuk pengajuan itu secara utuh.
  5. Setelah disetujui, jadwalnya berlaku dan menjadi dasar penilaian terlambat/pulang awal.

Kepala departemen yang menyusun jadwalnya sendiri tetap melewati alur yang sama — pengajuannya muncul di panel persetujuan miliknya. Kalau departemen itu punya lebih dari satu kepala, siapa pun di antara mereka boleh memutuskan.

3.4 Pengajuan cuti / izin

1. AjukanPilih jenis & tanggalKaryawan · Cuti / Izin
2. NotifikasiAtasan diberi tahuotomatis
3. PutuskanSetujui / Tolak + alasanAtasan atau Kepala Dept
4. SaldoSisa cuti berkurangotomatis
5. AbsensiHari itu tidak dihitung alpaotomatis

Yang perlu diperhatikan tiap jenis:

Yang berwenang menyetujui bukan hanya kepala departemen: atasan langsung dan Admin Departemen juga bisa, sesuai cakupan masing-masing. Penolakan wajib disertai alasan, dan alasannya terbaca oleh pengaju.

3.5 Tukar shift

1. AjukanPilih rekan & tanggalKaryawan · Tukar Shift
2. TinjauPengajuan masuk antreanAtasan
3. PutuskanSetujui atau TolakAtasan
4. TukarJadwal keduanya bertukarotomatis

Pastikan rekan penggantinya sudah setuju secara lisan lebih dulu — sistem tidak menanyakan persetujuannya. Setelah atasan menyetujui, jadwal kedua orang benar-benar bertukar, dan itulah jadwal yang dipakai untuk menilai keterlambatan sejak saat itu.

3.6 Extra Off

Alur untuk karyawan BOH yang masuk di hari liburnya. Bentuk yang paling rapi mencatat rencananya sebelum harinya tiba.

1. OtorisasiCatat rencana masukKepala Dept · Extra Off
2. MasukKaryawan absen di hari liburKaryawan
3. TerbuktiAbsensi mengesahkan otorisasiotomatis
4. SaldoSaldo Extra Off bertambahotomatis
5. TukarAjukan jenis Extra OffKaryawan · Cuti / Izin

Kalau otorisasinya tidak pernah dibuat tapi orangnya terlanjur masuk, sistem tetap menemukannya dari data absensi dan mencatatnya sebagai Terdeteksi. Kalau otorisasi sudah dibuat tapi orangnya ternyata tidak masuk, statusnya berubah jadi Kadaluarsa dan tidak menambah saldo — jadi rencana yang batal tidak diam-diam menjadi hak libur.

3.7 Tutup bulan

Rangkaian yang dikerjakan HR di akhir periode, sebelum data diserahkan ke penggajian.

1. PeriksaAbsensi vs JadwalHR
2. BereskanSelesaikan pengajuan tertundaHR & Atasan
3. RekapLaporan AbsensiHR
4. ExportUnduh XLSX payrollHR
  1. Buka Absensi vs Jadwal Shift, atur rentang tanggalnya ke satu bulan penuh, lalu perhatikan angka Tanpa Jadwal dan Belum Absen Pulang. Keduanya biasanya menandakan jadwal yang belum disetujui atau absen yang tertinggal — lebih baik dibereskan sekarang daripada muncul sebagai selisih di penggajian.
  2. Pastikan tidak ada pengajuan cuti, izin, atau tukar shift yang masih menggantung di status Menunggu.
  3. Buka Laporan Absensi, atur departemen dan rentang tanggalnya, lalu periksa ringkasan performanya.
  4. Tekan Export Payroll (XLSX). Berkasnya mengikuti penyaring yang sedang aktif — periksa sekali lagi sebelum menekan.

3.8 Perawatan mesin absensi

Pemeriksaan rutin yang menjaga agar data absensi tidak bolong.

Yang diperiksaDi manaYang dicari
Mesin masih terhubungMesin Absensi Status koneksi dan kapan terakhir terhubung
Data masih masukLog Mesin Absensi Ada tap baru hari ini
Semua karyawan ada di mesinPengaturan Mesin & PIN Tidak ada karyawan tanpa PIN
Karyawan tertentu ada di mesinTombol Cek User Mesin menjawab bahwa PIN-nya ada

Setelah karyawan keluar, jangan hanya menonaktifkan akunnya — putuskan juga tautannya di Pengaturan Mesin & PIN, supaya PIN-nya bisa dipakai ulang dan daftarnya tetap mencerminkan keadaan sebenarnya.

3.9 Mengatur akses seseorang

Empat menu yang bersama-sama menentukan apa yang bisa dilakukan seseorang. Urutannya penting, karena tiap langkah menjawab pertanyaan yang berbeda.

PertanyaanDiatur di
Bisa masuk aplikasi atau tidak?Manajemen User — akun dan status aktif
Menu apa yang muncul?Manajemen User — perannya, dan Kelola Role & Akses — isi peran itu
Siapa yang bisa dia urus?Struktur Organisasi — siapa bawahannya
Boleh mengurus satu departemen penuh?Karyawan — centang Admin Departemen

Untuk memeriksa hasilnya sekaligus, buka Supervisor & Admin Departemen.

3.10 Tanya-jawab dan pemecahan masalah

"Saya sudah tap tapi absen saya tidak muncul"

Periksa Log Mesin Absensi lebih dulu. Kalau tap-nya ada di sana, mesin bekerja dan masalahnya pada pemetaan PIN. Kalau tidak ada, tap-nya tidak pernah sampai — periksa PIN dan sidik jari orang itu lewat Cek User.

"Nama saya tidak ada di mesin"

Kemungkinan besar langkah Kirim User terlewat saat pendaftaran. Buka Pengaturan Mesin & PIN, tekan Edit lalu Kirim User, tunggu sekitar sepuluh detik, lalu pastikan dengan Cek User.

"Jadwal sudah saya isi tapi karyawan bilang belum ada jadwal"

Perubahan di grid ditahan sampai ditekan Ajukan Jadwal, dan baru berlaku setelah disetujui. Periksa panel Draft Jadwal Menunggu Persetujuan — kemungkinan pengajuannya masih di sana.

"Kenapa banyak sekali yang bertanda Tanpa Jadwal?"

Hampir selalu karena jadwalnya belum disusun atau belum disetujui untuk periode itu, bukan karena orangnya absen sembarangan. Absennya tetap tercatat; yang belum ada adalah pembandingnya.

"Tombol Setujui tidak muncul di layar saya"

Kewenangan menyetujui datang dari tiga sumber: menjadi atasan orang itu, menjadi kepala departemennya, atau menjadi Admin Departemen di sana. Periksa Supervisor & Admin Departemen dan Struktur Organisasi.

"Menu Absen Mobile tidak ada / tidak bisa dibuka"

Absen Mobile memerlukan izin dari HR atau kepala departemen lewat Izin Absen Mobile. Ini disengaja, bukan gangguan.

"Absen Mobile menolak padahal foto sudah diambil"

Koordinat GPS juga wajib. Kalau browser tidak diizinkan membaca lokasi, absennya tidak bisa disimpan. Aktifkan izin lokasi di pengaturan browser/HP, lalu tekan Ambil Lokasi GPS lagi.

"Laporan Absensi vs Jadwal Shift kosong"

Bawaannya hanya menampilkan hari ini. Ubah Dari Tanggal dan Sampai Tanggal ke rentang yang ingin dilihat.

"Tampilan saya berbahasa Inggris"

Tekan tombol ID di bilah atas. Pilihan bahasa melekat pada sesi Anda sendiri dan tidak mengubah tampilan orang lain.

"Karyawan sudah keluar, datanya dihapus saja?"

Jangan. Nonaktifkan akunnya di Manajemen User dan putuskan tautan mesinnya. Menghapus data karyawan akan menghilangkan riwayat absensi dan cutinya, padahal riwayat itu masih dibutuhkan untuk laporan periode yang sudah lewat.

Menyimpan dan menyebarkan panduan ini

Berkas ini berdiri sendiri — seluruh gambarnya sudah tertanam di dalamnya. Bisa disalin lewat email atau flash disk, dibuka tanpa koneksi internet, dan dicetak langsung dari browser (Ctrl+P) atau disimpan sebagai PDF lewat pilihan Save as PDF pada dialog cetak.

Kalau ingin panduannya bisa dibuka langsung dari aplikasi, salin berkas ini ke folder public/ di server, lalu aksesnya lewat alamat aplikasi diikuti nama berkasnya.